Kamis, 03 November 2011

Empat Masalah Mendasar Papua Harus Diselesaikan

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan ada empat masalah mendasar yang dihadapi Papua untuk diselesaikan.

"Empat masalah mendasar itu adalah gerakan yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kedua konflik manajemen PT Freeport dengan karyawannya, disparitas ekonomi dan pilkada," katanya di Jakarta, Kamis (3/11).

Berbicara saat membuka diskusi tentang perkembangan situasi keamanan Papua, ia mengatakan di antara empat masalah krusial tersebut, masalah gerakan yang ingin membebaskan diri dari NKRI, merupakan persoalan yang cukup rawan mengingat terkait dengan masalah kedaulatan negara.

"Karena itu, segala bentuk gangguan keamanan publik kita kelola agar jangan berkembang sebagai gangguan keamanan internal yang harus ditangani oleh TNI," ujar Purnomo.

Ia menuturkan hingga kini masih ada beberapa pihak yang mempersoalkan sah atau tidaknya hasil Pepera 1969. "Tetapi itu hanya segelintir golongan saja. Saya ingin menyitir apa yang disampikan Gerakan Merah Putih di Papua bahwa Pepera itu sah. Jadi Papua ada bagian dari NKRI," ungkap Menhan.

Selain itu, jika dicermati secara seksama tidak semua wilayah di Papua mengalami pergolakan atau gangguan keamanan yang cukup tinggi hanya di Abepura, Puncak Jaya dan Timika, ucap Purnomo, menambahkan.

"Jadi gerakan yang ingin membebaskan diri dari NKRI itu relatif kecil, tidak besar. Namun, tetap harus kita waspadai," katanya, menegaskan.

Terlebih lagi, gerakan separatis bersenjata Papua itu terpisah-pisah dan tidak jelas, ucapnya.

Tekait dengan beberapa tindak kekerasan di Papua, Menhan Purnomo mengatakan jika dilakukan aparat TNI/Polri maka yang bersangkutan akan ditindak tegas sesuai aturan berlaku dan aturan hukum yang ada. "Tidak pandang bulu kita. Begitu jika kekerasan dilakukan OPM, ya harus ditindak tegas," tutur Purnomo. (Ant/OL-04)
Sumber: MI

Massa Tiga Daerah tuntut tunda Pilkada

Foto atjehpost
Aceh – Ribuan massa aksi damai dan doabersama menuntut pilkada ditunda  melancarkan aksi di tigadaerah yaitu Bireun, Kota Lhokseumawe dan Aceh Tamieng. Massa  yang datang dari pelosok-pelosok kampung didaerah tersebut menganggappelaksanaan pilkada Aceh tidak sesuai dengan MoU dan UUPA, oleh karena itu kami sepakat melakukan aksi untuk mendukung proses perdamaian yang telah tercapai, ujar Saifullah (28) peserta aksi Lhokseumawe kepada fkmipol Aceh. Kamis (3/11)
Bireun
Aksi damai dari gerakan sipil menuntut pilkada ditundaberkumpul Cot Gapu, setelah bergerak dari empat titik yakni Terminal Jeunib,Bireuen, Cot Ijo, dan Masjid Kuta Blang.

Pada pukul 09.00 WIB, massa bergerak ke Lapangan Cot Gapu.Dari sini massa menuju ke kantor Bupati Bireuen. Setelah itu bergerak ke kantorKomisi Independen Pemilihan, Majelis Permusyawaratan Ulama dan Dewan PerwakilanRakyat Kabupaten.

Dalam orasinya massa meminta pilkada tetap dihentikan sampaikonflik regulasi diselesaikan. Massa juga meminta UUPA dilaksanakan sesuai MouHelsinki. Jumlah massa yang datang diprediksi Mursalin, koordinator aksi diBireuen, berjumlah 10 ribu orang. [atjehpost]

Lhokseumawe
Aksi damai menuntut penundaan pilkada di Lhokseumawe dipusatkan di lapangan Hiraq. Dimana para massa ini datang dari dua daerah yaitu Lahokseumawedan Aceh Utara. Pantauan fkmipol Acehdilapangan jumlah massa sekitar 2000 lebih.

Sementara di panggung dalam lapangan, terlihatdua spanduk besar yang dipasang Gerakan Sipil Pendukung UUPA Sesuai MouHelsinki. Spanduk pertama bertuliskan 'MaklumatMasyarakat Pase Stop Pilkada Demi Cegah Konflik Laten, Segera SelesaikanKonflik Regulasi Pilkada Sampai Tuntas. Mou Helsinki UUPA Modal PerdamaianAceh-Indonesia'.
Sedangkan spanduk satu lagi berisi tulisan 'Demi Perdamaian Kami Masyarakat PaseMenuntut Legislatif, EKsekutif, dan KIP Aceh Utara dan Lhokseumawe SegeraHentikan Pilkada. Segera Selesaikan Konflik Regulasi Pilkada'.

Sementara dalam aksi tersebut Majelis Ulama NanggroeAceh atau MUNA memimpin zikir bersama peserta aksi damai di Lapangan Hiraq,Lhokseumawe, Kamis (3/11)
 
Aksi damai tersebut dikawal ketat Kepolisian ResorLhokseumawe dan pasukan Brimob Kompi 4 Jeulikat.

Aceh Tamieng
Massa aksi damai di Aceh Tamiang yangmenuntut penghentian pilkada berkumpul ke Masjid Nur Hasanah Kampung KebunTerban, Kamis (3/11).

Aksi di Aceh Tamiang dipusatkan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten."Karena itu wakil rakyat. Ibaratnya satu orang anggota DPRK itu mewakiliseribu masyarakat," ujar Azwana, Ketua Komite Mahasiswa dan Pemuda Acehatau KMPA Aceh Tamiang.

Aksi ini, kata dia, tak terpengaruh oleh keputusan sela Mahkamah KonstitusiRabu (2/11) kemarin yang memerintakan KIP membuka kembali pendaftaran calonkepala daerah di Aceh.

Azwana menilai walau ada keputusan tersebut, konflik regulasi belum selesai.[atjehpost]

Inilah 30 organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Sipil Pendukung UUPA sesuai MoU Helsinki  di Lhokseumawe di antaranya adalah; KMPA Aceh Utara, KMPA Lhokseumawe, FOPKRA Lhokseumawe, KPP, LSM Siploh, LSM Leukat, LSM Meuligo Pase, Gempa, Geupeusapa, Keumala, Peudap, Srikandi, LUAS, Putroe Aceh, Ikapeda, Yaban, SMuR, LSM IMPAU, IMMAU, APW, APC, EPC, MUNA Aceh Utara, BANNA, Impelsi, MUNA Lhokseumawe, LSM Peutimoh Jaya, Muda Samudera, FOBKRA Aceh Utara dan LSM Lensa Donya.

Massa Tiga Daerah tuntut tunda Pilkada

Foto atjehpost
Aceh – Ribuan massa aksi damai dan doa bersama menuntut pilkada ditunda  melancarkan aksi di tiga daerah yaitu Bireun, Kota Lhokseumawe dan Aceh Tamieng. Massa  yang datang dari pelosok-pelosok kampung didaerah tersebut menganggap pelaksanaan pilkada Aceh tidak sesuai dengan MoU dan UUPA, oleh karena itu kami sepakat melakukan aksi untuk mendukung proses perdamaian yang telah tercapai, ujar Saifullah (28) peserta aksi Lhokseumawe kepada fkmipol Aceh. Kamis (3/11)

Umar Patek Juga Terlibat Pelatihan Militer di Aceh dan Banten

Jakarta - Tersangka bom Bali I Umar Patek ternyata juga pernah terlibat dalam pelatihan militer di Aceh. Selain di Aceh, Umar Patek juga sempat terlibat dalam pelatihan militer di Lebak, Banten.

"Seperti misalnya kasus pelatihan di Aceh itu kan. Dia terlibat juga sebagai salah satu yang melatih disitu," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution, di kantornya Jl Trunojoyo, jakarta, Rabu (2/11/2011).

Foto FKMIPOL ACEH






Rabu, 02 November 2011

Warga Demo Kampus Unimal


Ilustrasi

LHOKSUKON - Seratusan warga dari Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Bandar Baro, dan Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (2/11) melancarkan aksi demo ke kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) di kawsan Reuleut Kecamatan Muara Batu.


 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls