Kamis, 01 Desember 2011

Lagi, Pelemparan Granat di Banda Aceh

 * Kali ini tiga warga terluka
Banda Aceh - Tiga warga menjadi korban pelemparan granat di depan Wisma Lampriek, di Jalan Teuku Daud Bereueh Banda Aceh, Kamis 1 Desember 2011. Lokasi pelemparan itu tidak jauh dari posko tim sukses Gubernur Irwandi Yusuf, yang sebelumnya sempat dilempari granat pada Selasa lalu.

Informasi yang dihimpun VIVAnews, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Dua orang yang diduga pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor jenis Supra X kemudian melemparkan granat di depan lapak penjual burger yang berada di depan wisma. Tak ayal, tiga warga pelanggan burger itu terkena ledakan granat tersebut.

Pidato Presiden Papua Barat

PRESIDEN NEGARA REPUBLIK FEDERAL PAPUA BARAT
Sekretariat Negara-Jayapura Papua Barat.
Email; seknek_westpapua@yahoo.com

PIDATO PRESIDEN
NEGARA REPUBLIK FEDERAL PAPUA BARAT
(Dalam Perayaan 50 Tahun (Tahun Emas) Kemerdekaan Bangsa Papua Barat,
Pada 1 Desember 2011

Syukur Bagi-Mu Tuhan !

Bapak/Ibu/Saudara/I, Rakyat Bangsa Papua di Negeri Papua Barat dan yang berada di luar Negeri yang kami kasihi, hormati dan banggakan dalam Tuhan Yahwe, Elloihim, Sang Pencipta alam semesta, Yang Maha Esa atau Allah yang Maha Kuasa. Salam damai sejahtera untuk kita semua!

Filipina memanas, polisi tangkap anggota Abu Sayyaf

MANILA  – Situasi politik di Filipina memanas, pasca insiden pengeboman yang terjadi di sebuah hotel di Zamboanga, Senin (28/11/2011) kemarin. Kepolisian Filipina dikabarkan berhasil menangkap seorang anggota Abu Sayyaf yang dianggap sebagai pengebom dan memiliki kaitan dengan Al Qaeda. Sementara itu, dua video dirilis oleh sebuah kelompok yang menamakan diri Jamaah Al-Tawhid wal Jihad Filipina, meminta bantuan Mujahidin dunia untuk membantu jihad di Filipina. Sebuah peluang jihad fie sabilillah?


Abu Sayyaf terlibat pengeboman hotel?
Husein Ahaddin, seorang anggota Abu Sayyaf, kelompok perjuangan Islam di Filipina, ditangkap kepolisian Filipina karena diduga terlibat pengeboman hotal di Zamboanga, Senin (28/11/2011). Kepolisian Filipina juga menduga kelompok Abu Sayyaf memiliki kaitan dengan Al Qaeda, dan menduga Ahaddin terlibat pembunuhan anggota personel militer kafir AS di tahun 2002 lalu.


“Intelijen polisi dan militer Filipina berhasil menangkap Hussein Ahaddin di tempat persembunyiannya di Zamboanga,” ungkap Kepala Dewan Anti-Teror Filipina Paquito Ochoa seperti dikutip Associated Press, Rabu (30/11/2011).

Polisi juga menduga Ahaddin terlibat dalam enam aksi pengeboman di Filipina, dan salah satunya adalah pengeboman di sebuah hotel di Zamboanga, Senin kemarin. Saat itu sebuah bom meledak dan menewaskan tiga orang serta melukai 27 lainnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Filipina masih terus menekan keberadaan Abu Sayyaf. Kekuatan mereka yang biasa beroperasi di Filipina Selatan, dikabarkan terus melemah akibat operasi militer Filipina yang dibantu oleh Amerika Serikat (AS).

Kelompok Abu Sayyaf tetap menjadi ancaman bagi Filipina dikarenakan mereka tidak akan pernah berhenti melancarkan serangan agar wilayah Filipina Selatan lepas dari rezim kafir Filipina dan mereka mendirikan wilayah sendiri berdasarkan syariat Islam.

Seruan untuk membantu jihad Filipina
Sementara itu, baru-baru ini dua buah video dirilis oleh sebuah kelompok jihad yang menamakan diri mereka dengan Jamaah Al-Tawhid wal-Jihad. Dalam rilis mereka yang diposting di forum jihad al-Shumukh, seseorang bernama Abu Jihad Al-Luzuni menuduh AS menduduki Filipina, melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap Muslim.  Ia melanjutkan bersumpah setia kepada pemimpin Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri dan kelompok afiliasi Al Qaeda lainnya.

Abu Abdallah Al-Faris Al Mulatham, orang kedua dalam rekaman video tersebut menyeru kepada Mujahidin di seluruh dunia untuk secepatnya memberikan bantuan kepada saudara mereka, Muslim di Filipina, yang ia klaim telah dibunuh dan dirampok oleh penjajah Amerika dan untuk membantu Mujahidin di sana dengan uang, bala bantuan, pengetahuan dan pelatihan.

Selain itu, Abu Abdallah juga bersumpah setia kepada pemimpin jihad di seluruh dunia, pertama dan terutama kepada pemimpin Imarah Islam Afghanistan, Mullah Muhammad Umar dan pemimpin Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri.

Melihat kondisi ini, jihad kaum Muslimin di Filipina akan semakin “semarak” dengan kedatangan para mujahidin dari seluruh dunia, khususnya anggota-anggota Al Qaeda. Wallahu’alam bis showab!

Gubernur Aceh Minta Tuntaskan Kasus Penggranatan Kantor “Seuramoe”

BANDA ACEH — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penggranatan kantor “Seuramoe” tim sukses bakal calon gubernur pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan di Kota Banda Aceh, pada Selasa (29/11) tengah malam.“Saya berharap aparat kepolisian segera mengusut dan mengungkap dalang dibali aksi pelemparan granat itu, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” katanya di Idi Rayeuek, ibu kota Kabupaten Aceh Timur, Rabu [30/11].

Hal itu disampaikannya seusai peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Aceh Timur yang pembangunannya didonasi PT Medco Oil & Gas di Idi Rayeuk, sekitar 400 kilometer arah timur Kota Banda Aceh. “Memang, sejauh tidak ada korban jiwa maka kita maafkan, tapi kami meminta kasus ini diungkap tuntas oleh aparat kepolisian,” katanya menambahkan.

Bendera Bintang Kejora Sempat Berkibar

papau_kejora.JPG
Seorang aktivis Papua dalam sebuah unjuk rasa di Jakarta.
JAYAPURA— Bendera bintang kejora sempat berkibar sekitar 10 menit di Lapangan Timika Indah, Kamis (1/12/2011) di Timika. Polisi segera membubarkan massa, tetapi massa sempat melawan dengan melemparkan batu.

"Beberapa polisi terluka akibat terkena lemparan batu," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Wachyono. Polisi, tutur Wachyono, mengamankan beberapa orang terkait pengibaran bendera itu.

2.972 KTP Dukungan untuk Darni tidak Sah

LANGSA – Sebanyak 2.972 kartu tanda penduduk (KTP), dari 7.127 KTP dukungan yang diajukan pasangan Prof Dr Darni M Daud-Dr Ahmad Fauzi, yang maju sebagai bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh dari jalur perseorangan (independen), dinyatakan tidak sah.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa, Agusni AH SE, mengungkapkan hal itu kepada Serambi di Langswa, Rabu (30/11), setelah pihaknya selesai melakukan verifikasi terhadap berkas dukungan yang diajukan pasangan balon tersebut.   

 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls