Sabtu, 31 Desember 2011

PILKADA ACEH: Di tunda lagi ?

BANDA ACEH — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengaku kecewa dengan sikap Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan yang membuat kesepakatan dengan Partai Aceh. Terkait dengan kesepakatan itu, Irwandi melaporkan Djohan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Irwandi menilai Memorandum of Agreement yang ditandatangani Djohermansyah dengan Ketua Partai Aceh Muzakkir Manaf itu merupakan kesepakatan gelap. Kesepakatan merupakan titik kompromi politik untuk menunda pemilihan dan Partai Aceh mengakui keberadaan calon perseorangan.

KIP Aceh Tetapkan 4 Calon Gubernur Aceh


Muhammad Nazar: Gubernur Terpilih Pantang Bohongi Rakyat
Calon Gubernur Aceh 2012-2017
Banda Aceh - Komisi Pemilihan Aceh (KIP) Aceh menetapkan empat pasangan calon gubernur  yang dinyatakan lolos pensyaratan. Keempat calon tersebut adalah pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan, Tgk Ahmad Tajuddin dan T Suriansyah, Muhammad Nazar dan Nova  serta Darni M Daud dan Ahmad Fauzi. 

Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KIP Aceh Nurjani Abdullah, Jum’at (30/12) mengatakan dari keempat pasangan calon yang dinyatakan lulus tersebut, tiga pasangan calon berasal dari perseorangan. Hanya satu pasangan dari partai politik, yaitu Muhammad Nazar dan Nova Suriansyah.

Jumat, 30 Desember 2011

Dokumen Rahasia Antara Dirjen Otda & Partai Aceh

Partai Aceh Sesalkan Menkopolhukam
DPRA Siap Bahas Qanun Pilkada
MK Kembali Sidangkan Gugatan DPRA terhadap KIP Aceh
Tanggapan mereka
JAKARTA - Beredarnya informasi tentang adanya dokumen atau Nota Kesepakatan antara Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri dengan Ketua Umum Partai Aceh dibenarkan oleh Dirjen Otda Kemendagri, Prof Dr H Djohermansyah Djohan MA. Namun Djohermansyah membantah kalau kesepakatan itu diartikan sebagai bentuk mengintervensi pelaksanaan Pilkada Aceh.


Rabu, 28 Desember 2011

Sekjen OKI Puji Peran Perempuan Muslim dalam Perubahan Sosial-Politik

Sekjen OKI-Ekmeleddin Ihsanoglu
Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu memuji kaum perempuan muslim yang berperan besar dalam melakukan perubahan sosial dan politik, terutama di negara-negara kawasan Timur Tengah.

Ihsanoglu yang bergelar profesor menyampaikan pujiannya dalam konferensi internasional bertema "Perubahan dalam Masyarakat Muslim dan Peran Kaum Perempuan", yang berlangsung di Istanbul, Turki akhir pekan kemarin.


"Apa yang telah dicapai negara-negara Arab menjadi mungkin karena kaum perempuannya saling mendukung dengan kaum lelaki," kata Ihsanoglu dalam pidatonya.

Ia menegaskan, kemajuan masyarakat yang dinamis bisa tercapai jika peran kaum perempuan lebih ditingkatkan di bidang politik, sosial, ekonomi dan bidang-bidang lainnya.

Oleh sebab itu, Ihsanoglu berjanji organisasi yang sekarang dipimpinnya akan membuka peluang seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk berperan, terutama dalam bidang sosial.

Ia juga menyebutkan upaya-upaya yang telah dilakukan OKI untuk meningkatkan peran kaum perempuan di 57 negara yang menjadi anggota OKI. Salah satu bukti komitmen OKI untuk meningkatkan peran kaum perempuan dalam berbagai bidang adalah menggelar konferensi tingkat menteri yang khusus membahas tentang peran kaum perempuan.

Konferensi yang juga digelar di Istanbul, Turki itu merupakan konferensi pertama OKI yang membahas khusus tentang kaum perempuan, dan diselenggarakan oleh kantor sekretariat OKI yang membidangi urusan keluarga.

Ihsanoglu juga menyebut pembentukan Independent Permanent Commission on Human Rights (IPCHR), yang merupakan bagian dari struktur keorganisasian OKI. Pembentukan komisi itu merupakan bentuk komitmen OKI untuk memberikan perlindungan hak asasi manusia, termasuk hak-hak kaum perempuan. IPCHR beranggotakan 18 orang dan empat anggota diantaranya adalah perempuan.

"Saya sangat yakin keempat perempuan yang menjadi anggota komisi ini, bisa memainkan perannya yang mulai untuk memperkuat hak-hak kaum perempuan di kalangan masyarakat Muslim," tukas Ihsanoglu.

Sumber : eramuslim.com

Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu memuji kaum perempuan muslim yang berperan besar dalam melakukan perubahan sosial dan politik, terutama di negara-negara kawasan Timur Tengah.

Ihsanoglu yang bergelar profesor menyampaikan pujiannya dalam konferensi internasional bertema "Perubahan dalam Masyarakat Muslim dan Peran Kaum Perempuan", yang berlangsung di Istanbul, Turki akhir pekan kemarin.

"Apa yang telah dicapai negara-negara Arab menjadi mungkin karena kaum perempuannya saling mendukung dengan kaum lelaki," kata Ihsanoglu dalam pidatonya.

Ia menegaskan, kemajuan masyarakat yang dinamis bisa tercapai jika peran kaum perempuan lebih ditingkatkan di bidang politik, sosial, ekonomi dan bidang-bidang lainnya.

Oleh sebab itu, Ihsanoglu berjanji organisasi yang sekarang dipimpinnya akan membuka peluang seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk berperan, terutama dalam bidang sosial.

Ia juga menyebutkan upaya-upaya yang telah dilakukan OKI untuk meningkatkan peran kaum perempuan di 57 negara yang menjadi anggota OKI. Salah satu bukti komitmen OKI untuk meningkatkan peran kaum perempuan dalam berbagai bidang adalah menggelar konferensi tingkat menteri yang khusus membahas tentang peran kaum perempuan.

Konferensi yang juga digelar di Istanbul, Turki itu merupakan konferensi pertama OKI yang membahas khusus tentang kaum perempuan, dan diselenggarakan oleh kantor sekretariat OKI yang membidangi urusan keluarga.

Ihsanoglu juga menyebut pembentukan Independent Permanent Commission on Human Rights (IPCHR), yang merupakan bagian dari struktur keorganisasian OKI. Pembentukan komisi itu merupakan bentuk komitmen OKI untuk memberikan perlindungan hak asasi manusia, termasuk hak-hak kaum perempuan. IPCHR beranggotakan 18 orang dan empat anggota diantaranya adalah perempuan.

"Saya sangat yakin keempat perempuan yang menjadi anggota komisi ini, bisa memainkan perannya yang mulai untuk memperkuat hak-hak kaum perempuan di kalangan masyarakat Muslim," tukas Ihsanoglu.

Sumber : eramuslim.com...

Pangdam IM, Pengamanan Pilkada Aceh Tidak Ada Penambahan TNI

Aceh Maju bila Mampu Lewati Masa Kritis Pilkada



Pangdam IM-Mayjen TNI Adi Mulyono
Banda Aceh - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono menegaskan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Kodam IM tidak akan melakukan penambahan pasukan dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh mendatang.

"Tidak ada lagi penambahan pasukan dari luar daerah, karena pasukan kita di sini sudah cukup, karena situasi di Aceh saat ini sudah sangat kondusif," tegas Pangdam IM menjawab wartawan usai syukuran HUT ke-55 Kodam IM, Sabtu (24/12).

 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls