"Anak saya sengaja ditembaki betisnya oleh petugas kepolisian dari jarak sangat dekat," kata Nur Hasanah, yang secara khusus datang ke Kantor Harian Serambi, sekaligus membantah pernyataan Kapolres Bireuen, yang menyebut Muhammad Ramli, ditembak karena berusaha kabur.
Atas tindakan kesewenang-wenangan petugas kepolisian, yaitu tindakan "main tembak" dengan alasan yang tak masuk akal itu, Nur Hasanah mengadukan aparat Kepolisian Bireuen ke Propam Polda Aceh. Salinan surat pengaduan ke Propam juga diberikan ke redaksi Serambi.
Sumber: aceh.tribunnews.com

