Rabu, 21 Maret 2012

Ikrar Pilkada Damai Tinggal Nama

210312foto.16_.jpgFKMIPOL ACEH - Ikrar pilkada damai tinggal nama yang damai, sementara dilapangan berbagai kasus timbul tak terkecuali kasus tersebut sepertinya berkaitan erat dengan pelaksanaan pilkada Aceh yang akan digelar pada 09 April 2012.

Diharapkan setelah ikrar pilkada damai dapat membawa kedamaian dalam hati para konsestan calon kepala daerah termasuk timses dan para simpatisan serta pendukung masing-masing calon.


Ternyata yang terjadi dilapangan sangat mencoreng ikrar pilkada damai tersebut, dengan kata lain ikrar tersebut hanya sebagai formalitas  yang dilakukan sebagai mempromosi pelaksanaan pilkada damai oleh para calon, padahal dilapangan sangat mengancam keselamatan jiwa para pendukung terutama timses.


Terus dimana letak demokratis dan Hak Asazi Manusia (HAM) yang sedang didamba-dambakan di Aceh terutama menjelang pilkada  Aceh.

Sebagai bukti kekerasan dan teror yang terjadi menjelang pilkada di alami beberapa timses calon gubernur/wakil gubernur dan bupati/wakil bupati.

210312foto.17_.jpgSebagaiman dilansirkan serambinews.com bahwa aksi pembakaran mobil milik tim sukses (timses) calon kepala daerah bahwa ada dua mobil yang jadi sasaran pembakaran, yaitu milik timses cabup/cawabup Aceh Timur dari PA dan mobil timses cabup/cawabup Aceh Utara yang diusung gabungan partai politik.

Dari Aceh Timur dilaporkan, mobil Taft Hiline milik timses pasangan cabup/cawabup Hasballah dan Syahrul Syamaun dari Partai Aceh (PA) dibakar oleh orang yang belum teridentifikasi, sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (20/3). Mobil inventaris PA Sagoe Aramiah, Aceh Timur tersebut dibakar saat parkir di jalan lorong depan rumah Zuhari, Dusun Setia, Desa Keude Birem, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.


Istri Zuhari, Nurjanah kepada Serambi, mengatakan, mobil Taft Hiline hijau tua BL 333 UL dibakar ketika mereka sedang tertidur. Kasus itu diketahui ketika putra mereka, Fachril Syahputra terbangun dan menuju ke dapur untuk minum. Fachril mencium bau seperti karet terbakar. Bersamaan dengan itu Fachril juga sempat mendengar suara orang berlari di depan rumah. Ketika ia mengintip dari jendela, terlihat api berkobar dari mobil yang diparkir di lorong depan rumah. “Anak saya berteriak membangunkan kami. Kami segera ke luar menyiramkan air ke mobil yang sedang terbakar. Tetangga ikut membantu,” kata Nurjanah.


Karena cepat bantuan, api hanya menghanguskan bodi kiri mobil dan tiga ban yaitu ban kiri depan dan dua ban belakang. Di lokasi kejadian ditemukan satu botol air mineral yang tersisa bensin dan tali nilon panjang. Kasus itu sudah ditangani Polres Langsa.


Berselang sekitar satu jam setelah kejadian Aceh Timur, terjadi lagi pembakaran mobil di Aceh Utara yaitu milik timses cabup/cawabup Sulaiman Ibrahim/T Syarifuddin yang diusung gabungan partai politik.


Mobil yang hangus total tersebut adalah Xenia BK 1820 FA. Pembakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, di depan rumah Mukhtar Yacob, Desa Baroh Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. Sehari-harinya Mukhtar menyopiri mobil tersebut.


Saat pembakaran terjadi, Mukhtar tidur di balai-balai tak jauh dari mobil, sedangkan rekannya, Muslim yang sama-sama timses tidur di dalam mobil. Beruntung, Muslim berhasil menyelamatkan diri saat api membakar mobil tersebut.


Kasus tersebut sudah ditangani Polres Lhokseumawe. Polisi mengamankan barang bukti di antaranya plastik yang sudah hangus berbau bensin pada jarak sekitar 10 meter dari mobil yang terbakar.


Kanit Identifikasi Reskrim Polres Lhokseumawe, Aiptu Rusdi AR menduga, pelaku menyulut api dari jarak 10 meter dengan memanfaatkan ceceran bensin yang mengarah ke ban kanan belakang.

Editor: Safrizal

 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...; linkwithin_text='Baca Juga:'; Related Posts with Thumbnails