Sabtu, 17 Maret 2012

Cabup Pidie Protes Ikrar Pilkada Damai

170312foto.12_.jpg
Enam dari delapan kandidat pasangan cabup/cawabup Pidie mengangkat tangan pada ikrar damai di Masjid Alfalah Kota Sigli, Jumat (16/3). Foto dari kanan ke kiri: Ghazali Abbas/Zulkifli, Gunawan/Adami Gade, Sarjani Abdullah/M Iriawan, Yusri Ahmad/Dr Helmi, Salman Ishak/Saifuddin Harun, Saiful Anwar/Sofyan Ali Basyah. SERAMBI/ AYA
SIGLI - Dua pasangan calon bupati/wakil bupati Pidie, tidak mengikuti ikrar “Pilkada Damai” yang dilaksanakan KIP Pidie, di Masjid Alfalah Kota Sigli, Jumat (16/3). Satu pasangan, Ir Masri/Zainal, mengatakan sengaja memboikot kegiatan tersebut, karena dianggap tidak perlu.

“Ibarat orang sudah nikah untuk apa lagi berikrar damai. Yang perlu ikrar damai itu adalah timses masing-masing kandidat. Karena selama ini yang banyak bertikai di lapangan adalah timses. (Mereka) yang diteror, rumah dibakar,” ungkap Masri kepada Serambi via handphone, kemarin.

Dalam nada suara yang kadang terdengar tinggi, Masri juga mengungkapkan, ketidakhadirinya dalam ikrar pilkada damai ini, sebagai wujud protes terhadap KIP dan Panwas, yang selama ini terkesan melepaskan tanggung jawabnya terhadap pelanggaran-pelanggaran yang banyak terjadi di lapangan. “Banyak pelanggaran tidak ditindaklanjuti oleh lembaga KIP dan Panwas,” tukas Masri yang saat dihubungi mengaku berada di Banda Aceh.

Selain pasangan Ir Masri/Zainal, deklarasi pilkada damai kemarin juga tanpa kehadiran pasangan calon HT Khairul Basyar alias Pon Walet/Muhammad MTA. Tidak diketahui alasan ketidakhadiran mereka. Saat Serambi menghubungi nomor Pon Walet tidak ada jawaban, sementara Muhammad MTA tidak membalas pesan Blackberry (BBM) yang dikirim sekitar pukul 11.00 WIB.

Khidmat
Amatan Serambi, seremoni ikrar pilkada damai di Masjid Alfalah Sigli berlangsung khidmat. Sebelum dimulai acara beberapa kandidat di antaranya terlebih dahulu melakukan Shalat sunat di masjid tersebut.

Ketua KIP Pidie, Junaidi Ahmad SAg menyebutkan semua kandidat diminta adanya ketulusan dan keihlasan. “Bersinar di dalam hati nurani. Damai akan lahir, jika semua pihak bersatu,” kata Junaidi.

Ketua Panwas Pidie, H Ibrahim Ali mengatakan, ikrar damai jangan sampai tercabik-cabik oleh pelanggaran. “Mari kita jalankan pilkada tanpa pelanggaran,” ujarnya.

“Ibaratnya biar kami bisa duduk manis. Jeut keuthiep-keuthiep aneuk jaro karena tak ada pelanggaran. Pilkada bisa berjalan dengan, jurdil (jujur adil), saling menghindari sikap menghakimi,” tukas Ibrahim Ali.

Selain itu, dia minta  materi kampanye yang disajikan dapat membawa kesejukan di masyarakat. “Seandainya baliho Ghazali Abbas jatuh, Tgk Sarjani yang akan mendirikannya. Mobil Pak Salman yang mogok, Tgk Yusri mau mendorongngnya,” tutur Ketua Panwas Pidie ini.

Ikrar pilkada damai kemarin dipandu Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie, Ramli Daud SAg. Hadir di acara itu Pj Bupati Pidie HT Anwar ZA, Kapolres Pidie AKBP Dumadi SStmk, Dandim 0102 Letkol Inf Putut Wijaksono serta perwakilan muspida dan ratusan warga dari wilayah itu.

* mereka  hadiri ikrar
  1. Saiful Anwar/Sofyan Ali Basyah
  2. Salman Ishak/Saifuddin Harun
  3. Tgk H Yusri Ahmad/DR Helmi
  4. Gunawan Adnan/Tgk Adami Gade
  5. Sarjani Abdullah/M Iriawan SE
  6. Drs H Ghazali Abbas/Zulkifli HM Juned

 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...; linkwithin_text='Baca Juga:'; Related Posts with Thumbnails