Minggu, 18 Maret 2012

Polisi Harus Mengungkapkan KasusTeror Di Aceh Sebelum Pilkada

 Pernyataan Sikap
FKMIPOL ACEH - Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Aceh tahun 2012 berbagai kasus timbul tak terkecuali kasus tersebut berujung kehilangan nyawa, seperti kasus penembakan yang dialami beberapa orang Aceh dan orang luar Aceh.

Selain itu terjadi juga kasus pelemparan mobil dan pembakaran mobil tim sukses (timses), namun semua itu belum terungkap motif dibalik aksi yang dilakukan tersebut, tapi yang pasti kasus tersebut sangat berkaitan erat dengan pelaksanaan pilkada yang dijaldwalkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada 09 April 2012.


Namun demikian ikrar pilkada damaipun dilakukan di Aceh dengan tujuan agar pilkada berjalan mulus dan tanpa tekanan serta intimidasi, supaya rakyat dapat menentukan siapa yang pastas memimpin Aceh minimal lima tahun kedepan.

Mengingat berbagai kasus yang muncul sampai saat ini belum terungkap satupun pelakunya, sehingga membuat kegelisahan masyarakat yang seakan-akan mendapat intimidasi atau tekana dari pihak tertentu yang tidak secara sengaja.

Kami percaya kepada aparat penegak hukum dengan susah payah telah berusaha untuk mengungkapkan berbagai kasus menjelang pilkada, namun semua itu tidak secepat petir menyambar dan tidak secepat bintang berkelip, tetapi itu membutuhkan energi dan skill yang profesional dalam melakukan pengejaran dan melacak keberadaan para pelaku.

Namun kami selama ini sangat kecewa dan terkesan bahwa kasus tersebut seperti penembakan seakan-akan sengaja diciptakan ditengah suasana damai yang sedang dirasakan masyarakat Aceh, kekecewaan tersebut terlihat bahwa polisi tidak begitu mudah mengungkapkan kasus penembakan tersebut, tapi kenapa dan bagaimana kasus dugaan teroris di Aceh dengan sekejap polisi bisa melumpuhkan aksi mereka dilapagan dan menangkap para sersangka.

Namun kebanggaan kami kepada polisi yang terus bekerja tiada henti baik malam maupun siang, baik menyamar maupun berpatroli telah berhasil menangkap beberapa orang yang memiliki senjata api dan bom aktif yang hendak melakukan aksi baru-baru ini.

Semua itu masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan kita berharap supaya polisi dapat segera mengungkapkan motif dibalik aksi itu sebelum pilkada dimulai, dengan begitu masyarakat dapat mengetahui siapa dan apa tujuan sipelaku, sehingga hak demokratis masyarakat dalam pelaksanaan pilkada tidak terganggu oleh isu-isu yang membuat tekanan atau intimidasi terhadap masyarakat Aceh.

Bila polisi tidak dapat mengungkapkan berbagai kasus menjelang pilkada tersebut seperti kasus penembakan, pengeranatan, pelemparan mobil timses, serta pembakaran mobil timses, maka situasi dan kondisi Aceh akan semakin memburuk dan masyarakat semakin takut ketika pilkada digelar serta tidak tertutup kemungkinan bahwa kasus tersebut akan bernampak pada pihak-pihak tertentu yang mempunyai akses langsung dalam pelaksanaan pilkada Aceh. (Safrizal - Koordinator FKMIPOL ACEH)

 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...; linkwithin_text='Baca Juga:'; Related Posts with Thumbnails