Senin, 12 Maret 2012

Mengapa Nasdem Serobot Posisi Empat Besar

fotoJakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis kesuksesan partai Nasional Demokrat (Nasdem) mencuri hati publik. Partai belum genap empat bulan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM ini berhasil menempati posisi emat besar. "Kemunculan Nasdem ini mengejutkan, dan berhasil menempati papan tengah dengan suara 5,9 persen pemilih," ujar Direktur Eksekutif LSI, Dodi Ambardi, dalam rilis survei "Media Massa dan Sentimen terhadap Partai Politik Menjelang Pemilu 2014" di kantornya, Ahad, 11 Maret 2012.

Menurut Dodi, penyumbang suara terbesar Nasdem ini berasal dari pemilih mengambang dan pemilih pemula. Nasdem juga dianggap berhasil merebut suara pemilih partai-partai yang tidak masuk parlemen pada pemilu 2009.

Suara Nasdem itu mungkin dianggap belum mengganggu sembilan partai yang sudah punya wakil di parlemen. Namun dengan modal yang dimiliki sekarang, dalam dua tahun mendatang partai yang dilahirkan Suryo Paloh itu bisa menjadi pesaing yang kuat dalam pemilu 2014. "Nasdem potensial mengubah peta kekuatan partai di tingkat nasional," ujar Dodi.

Cepatnya Nasdem mendapat simpati masyarakat diduga karena gencarnya kampanye di media massa khususnya televisi milik Surya Paloh yakni MetroTV dan jaringan MNC Group milik Harry Tanoe. Kedu
anya memang petinggi partai tersebut.

Nasdem juga dinilai cukup kuat dalam membangun jaringan di akar rumput. "Partai-partai besar lain selain Golkar belum ada yang mengimbangi," kata Dodi lagi. Sedangkan Golkar yang berhasil suara tertinggi terdongkrak karena mampu mengambil simpati penonton talk show dan berita.

Dari survei yang dilakukan LSI terhadap 2.418 responden di 33 provinsi pada 25 Februari-5 Maret 2012, Nasdem berhasil menempati urutan keempat di bawah Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Demokrat. Pada survei itu ketiga besar partai ini meraih suara 17,7 persen, 13,6 persen dan 13,4 persen.

Survei menunjukkan Partai Nasdem dengan suara 5,9 persen meninggalkan seniornya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 5,3 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4,2 persen, Gerindra, PAN dan Hanura berada di bawahnya dengan suara dukungan kurang dari 4 persen.

Dukungan terhadap Nasdem ini menurut LSI jauh lebih baik dibanding yang diperoleh PKS dan Demokrat sebelum pemilu 2004 digelar. Sebagai partai baru, pada enam bulan menjelang pemilu, PKS baru meraup 4 persen suara dan Demokrat dengan 3 persen suara. Sedangkan capaian Nasdem dengan 5,9 suara masih berjarak dua tahun dari Pemilu 2014. Sedangkan partai baru lainnya, Nasional Republik, belum mampu meraup dukungan dan baru meraih 0,9 persen suara.

Dalam survei kali ini LSI meminta seluruh responden memilih partai melalui surat suara yang berisi sembilan partai pemenang pemilu 2009 ditambah dua partai baru, Nasdem dan Nasional Republik. Survei ini menggunakan margin of error 2 persen.(tempo.co)

 
Design by Safrizal Ilmu Politik UNIMAL | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...; linkwithin_text='Baca Juga:'; Related Posts with Thumbnails